10 Jurus Kuat Mendaki Saat Puasa

Dalam setiap pendakian tentunya diperlukan kesiapan fisik, mental dan perlengkapan. Apalagi saat kita dalam kondisi berpuasa. Dengan niat dan tekad yang kuat Insya Allah kita bisa kuat menjalani dan melakukan pendakian dalam kondisi berpuasa.

Namun niat saja terkadang masih kurang. Dibutuhkan persiapan dan strategi khusus agar pendakian lancar serta puasapun lancar. Apa saja persiapannya?
Simak tips-tipsnya 🙂

1. Mantapkan Niat
Keinginan hati untuk melakukan suatu pekerjaan, itulah makna daripada niat. Niat merupakan perkara yang amat penting.
Jika kita sudah menanamkan niat yang kuat ingin mendaki dan berpuasa dalam diri, juga persiapan yang baik maka pasti bisa melakukannya.

niat

2. Persiapkan Fisik Dengan Barolahraga
Lakukan olah raga pagi minimal 1 bulan sebelum pendakian, karena dengan berolah raga tubuh kita akan cepat menyesuaikan kondisi saat cuaca berubah dan juga menyegarkan badan di kala beraktifitas saat berpuasa, terutama saat melakukan pendakian di gunung.
Olahraga bisa dilakukan sore hari menjelang berbuka dengan jogging ringan serta olah otot tubuh.

fisik

3. Pilih waktu pendakian
Sebaiknya mendaki tidak di awal-awal puasa, karena mungkin tubuh belum beradaptasi dengan ritme harian puasa. Kecuali memang sudah terbiasa puasa senin – kamis, boleh boleh saja.  Biasanya puasa beberapa hari pertama tubuh akan terasa berat. Setelah beberapa hari, sambil mempersiapkan tubuh agar bisa beradaptasi dengan olahraga ringan seperti jalan kaki atau lari kecil sambil melatih ketahanan stamina.
Ketika mendaki, atur waktu misalnya pada malam hari. Selain tidak panas, pada malam hari lebih bebas minum dan makan karena puasa hanya siang hari bukan? Bisa juga mulai mendaki sore hari, lalu bisa dilanjutkan berbuka di Gunung.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

4. Jalur Pendakian Yang Ringan
Hampir tiap gunung memiliki beberapa jalur pendakian. Ketika berpuasa, pilihlah jalur yang paling mudah dan umum digunakan. Atau jika memang ingin mendaki karena bertemu alam dan menyegarkan diri, bisa memilih gunung-gunung yang relatif mudah dan cepat didaki.

mudah

5. Peralatan dan Logistik
Mendaki sambil berpuasa tentu akan merepotkan kalau membawa barang yang terlalu berat atau barang – barang yang tidak perlu. Lupakan dulu barang – barang yang tidak penting, utamakan peralatan yang akan mendukung pendakian. Seperti memotret cukup pakai smartphone yang lebih ringan daripada kamera.
Untuk logisitik perbanyak yang berkalori dan mengandung banyak protein juga karbohidrat seperti sosis, kornet, bakso hingga sereal. Makanan yang bergizi akan membuat stamina bertahan lama dan tidak gampang lelah ketika mendaki gunung.
Kalau kalian bisa membawa logistik pendakian seperti mie instant, tidak akan cukup untuk membuat tubuh kalian bertahan selama pendakian sambil berpuasa. Terlebih lagi mie instan ini sulit dicerna tubuh dan bersifat menyerap air.

alat1

6. Mendaki Bareng Teman Yang Juga Tetap Berpuasa
Salah satu strategi agar kuat berpuasa adalah mencari teman mendaki yang juga berpuasa. Karena paling tidak ritme pendakian ketika berpuasa bisa sama. Tidak ada yang tergesa – gesa atau terlalu lamban. Disamping itu, bisa saling menyemangati satu sama lain.

puasa

7. Gunakan Pelindung Kepala
Jika memang harus mendaki pagi atau siang hari, jangan lupa untuk mengenakan topi atau pelindung kepala lainnya. Ini mencegah tubuh terkena sinar matahari langsung, sekaligus mencegah berkurangnya cairan tubuh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

8. Mendaki dengan Santai
Lakukanlah pendakian dengan lebih santai dari biasanya, dan tidak tergesa-gesa. Dengan pendakian santai akan mengurangi rasa cepat lelah dan lebih bisa menikmati perjalanan pendakian.

santai2

9. Multivitamin dan Madu
Selain makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan protein, perlu juga vitamin tambahan agar stamina terus terjaga. Multi vitamin dan madu biasanya akan sangat berguna untuk membantu menjaga stamina.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

10. Doa dan Bersyukur
Agar pendakian gunung senantiasa aman dan lancar, banyak – banyaklah bersyukur dan berdoa sepanjang perjalanan. Nikmati dengan penuh semangat, dan selalu ingat kalau Puncak itu hanyalah bonus. Jangan memaksakan diri, karena sejatinya yang paling menyenangkan itu adalah proses mendaki dan mengenal alam lebih dekat.

doa2

So, gunung apa yang mau didaki bulan puasa ini ? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s